Dua pekan ini orang-orang ICT terpisah 3. Masing-masing membela tim futsalnya sendiri. Laga demi laga ditampilkan di lapangan futsal kebanggaan di cihideung forest. dari 8 tim yang ada, orang-orang ICT ada di 3 Tim. Tatox dan Dedy bergabung dalam satu tim berjuluk Underdog. Nq lebih beruntung, masuk dalam Tim unggulan yang saat ini sudah mendapatkan tiket ke semi final. Sedangkan Prass masih setia dengan tim the Flowers, (sebuah tim yang dibentuk orang-orang ICT tahun lalu).
Tim boleh berbeda, tapi ketika kembali bekerja, ICT tetap solid dan mengundang salut. ICT memang diakui kekompakannya. Perasaan sejajar, senasib sepenanggungan, merupakan spirit bagi orang-orang ICT. Pekerjaan seberat apapun, jika ditangani bersama akan ringan jadinya. Tapi prinsip ini tak boleh dilakukan saat anak-anak sekolah ujian, karena dapat menghancurkan masa depan generasi bangsa.
Bukan cuma dalam urusan kerja, ICT kompak. Ada satu hal lagi yang selalu dilakukan bersama-sama yaitu : makan bareng. Seperti hari Sabtu yang lalu, ICT menggelar informal meeting di BM. Padahal sebenarnya selera ICT adalah restoran Nini Aki, tapi karena terlalu jauh dan kuatir kemalaman, maka pilihan terdekat adalah BM. hm…. ngiri? hehehe….. wasalam!